Home / Universitas / Alasan Munculnya “Rektor Aklamasi” di Unpad

Alasan Munculnya “Rektor Aklamasi” di Unpad

Nazroel.id – “Rektor Aklamasi” begitu sebutannya menguak di media sosial setelah Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE dilantik Majelis Wali Amanat (MWA) mejadi Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) periode 2019-2024 di Gedung Grha Sanusi, Unpad, 7 Oktober 2019. Menjadikan Prof. Rina sebagai rektor pertama di PTNBH dengan proses pemilihan melalui Aklamasi.

Pada kesempatan tersebut, Ketua MWA, Rudiantara mengungkapkan bahwa proses pemilihan rektor Unpad secara aklamasi telah mencerminkan suasana kebersamaann. Proses pemilihan merupakan proses transparan, akuntabel, dan adil bagi seluruh pemangku kepentingan Universitas Padjadjaran.

Dikatakan Rudiantara, para Calon Rektor merupakan putra putri terbaik Unpad. Dalam proses pemilihan pun tidak ada saling kompetisi atau menjegal, melainkan dapat  saling melengkapi satu sama lain. Program para Calon Rektor juga dinilai sangat baik.

“Saya menanyakan langsung kepada calon-calon yang lain, apakah programnya yang bagus boleh  diadopsi oleh Rektor yang nanti dipilih? semua menjawab ‘ya’. Apakah kalau tidak dipilih mau menjadi tim dari Rektor yang dipilih? Semua mengatakan ‘ya’. Inilah ciri khas kita orang Sunda, Pasundan, guyub,” ujar Rudiantara dikutip dari situs unpad.ac.id.

Menurut Rudiantara, sikap hare-hare atau masing-masing sebaiknya dihilangkan. “Kita begini karena kita adalah Unpad,” ujar Rudiantara.

Rudiantara pun mengajak semangat kebersaman bahwa Unpad bukan hanya untuk intern Unpad, melainkan bagian dari Jawa Barat dan Indonesia. Dalam program-program Rektor ke depan, MWA pun akan turut mengiringi menjadikan Unpad lebih baik di mata dunia.

Sementara itu, saya mencoba berbicara dengan salah satu Anggota MWA dan bertanya terkait proses Aklamasi itu seperti apa?

“Sebelum proses aklamasi terjadi, mengerecut ke 3 nama, setelah pemaparan dari Assesment Center Indonesia PT Telkom (Manajerial), BNPT, dan Komnas HAM, calrek menjadi Bu Keri, Bu Rina dan pa Arief. Poin tertinggi di uji manajerial termasuk paparan program paling lengkap dan bagus bukan berasal dari Bu Rina. Kemudian dibahas hasil popularitas dan senat sebelumnya yang mengerucut ke Bu Rina. Disitulah mufakat ke Bu Rina di mulai dimusyawarahkan.” ujar Anggota MWA yang enggan disebutkan namanya.

Baca ini yuu :   5 Tanda Bahwa Anda Harus Segera Lulus dan Pulang ke Tanah Air

Akhirnya, terpilihlah Prof. Rina secara aklamasi. Tentunya memunculkan kekecewaaan dari pendukung calrek lainnya. Apakah terlebih dahulu diperhatikan siapa yang memiliki kompetensi terbaik? Rencana pengembangan Unpad yang dibuat setiap calrek sejak pendaftaran calrek hingga pemaparan MWA seolah-olah hanyalah isapan jempol belaka. Sangat disayangkan, mekanisme pemilihan rektor seperti sudah dirancang siapa yang akan menjadi rektor dari awal proses pemilihan. Dan playmaker pilrek ini telah sukses menjalankannya.

Berdasarkan penelusuran di lapangan bisa ditarik kesimpulan ada 7 hal yang memungkinkan menjadi alasan mengapa “Rektor Aklamasi” terjadi dengan suara yang bulat di MWA.

1. Gelar Guru Besar/Profesor
2. Senioritas dan pengalaman di tingkat kementrian
3. Dianggap bisa mengayomi dan merangkul semua program
4. Calrek lain berkomitmen saling bantu untuk Unpad hiji, program bisa diserahkan kepada rektor terpilih
5. Meraih Top WCU 500, pekerjaan berat dalam kondisi keuangan unpad saat ini
6. Kekhawatiran voting 2 putaran, karena draw seperti di UI
7. MWA bersatu demi kebersamaan Unpad ngahiji, keputusan MWA final

Aklamasi tentu saja dapat memberi kesan subjektif “titipan” dan berkesan kurang fair serta takut “menerima kenyataan kalah”. Kondisi yang akan datang semoga aklamasi tidak menjadi “tradisi” yang dianggap sebagai cara terbaik dan efektif.

Tapi pelantikan telah dilakukan. Selamat dan sukses Prof. Rina, mari kita dukung dan semoga Unpad semakin maju serta bisa mencapai Top 500 WCU.

About nazroelwathoni

Hi, selamat datang di blog pribadi saya yang dikemas santai dan mengutamakan manfaat. Hanya sekedar menuliskan apa yang ada di kepala saya ketika menulis di blog ini. Semoga bermanfaat!

Check Also

Menristekdikti : Jumlah Fakultas Perguruan Tinggi Negeri Maksimal 6

Nazroel.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhamad Nasir, sebelum berakhir masa jabatannya mengeluarkan …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: