Tips Menjadi Guru Besar Sebelum Berumur 40 Tahun

Nazroel.id – Notifikasi di aplikasi Sistem Penilaian Angka Kredit (Selancar PAK) DIKTI muncul secara otomatis di smartphone pada tanggal 23 Maret 2022, disitu tertulis bahwa Terbit PAK, PAK Guru Besar (GB) akan diserahkan melalui institusi Sdr/i setelah SK GB Terbit.

Tertanggal 30 Maret 2022, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim secara resmi mengeluarkan SK GB sehingga menjadi Prof. Nasrul Wathoni, Apt., M.Si., Ph.D ketika berusia nyaris 40 tahun di bulan Mei 2022 mendatang.

Seperti biasa, pengalaman praktis yang kali ini dalam pencapaian GB di usia sebelum 40 tahun akan dibagikan dalam blog ini.

Sekolah S3 sesegera mungkin

Lulus S1 di tahun 2005, dilanjutkan Profesi Apoteker. Tahun 2006, kemudian diterima langsung menjadi CPNS, tidak lama mengabdi di Program Studi, melanjutkan S2 pada tahun 2007 dengan mendapatkan beasiswa BPPDN Dikti di salah satu PTN di Bandung. Lulus S2 tahun 2009, di tahun inilah karir sebagai dosen bisa dikatakan dimulai dengan menjadi Asisten Ahli, tidak lama kemudian menjadi Lektor.

Tahun 2014 adalah langkah terbesar untuk sekolah S3 dengan mendapatkan beasiswa BPPLN Dikti ke Jepang. Lulus tepat waktu pada tahun 2017 dengan 3 publikasi di jurnal internasional bereputasi memberikan pengalaman yang tidak ternilai harganya dalam menyusun roadmap riset yang nantinya dikembangakan di Indonesia.

Mencari tutor yang tepat

Dalam pencarian bentuk menjadi seorang dosen, mencari fitur dosen kaka kelas di institusi tempat bekerja adalah hal yang penting.

Baca ini yuu :   Paparan Lengkap Menristekdikti Terkait Panduan Penelitian di Perguruan Tinggi XI Tahun 2017

Carilah figur seorang dosen panutan kita yang nantinya bisa memberikan banyak masukan dalam karir kita. Ini bukan berarti mengikuti semua apa yang dilakukannya, tapi ambil hal-hal yang dirasa positif dan bermanfaat untuk dijadikan percontohan yang baik.

Menjadi dosen sebenarnya

Sederhana saja, Dosen yang menurut saya benar adalah dosen yang melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dalam keseharaiannya. Total minimal 12 sks setiap semester untuk memenuhi sebagai dosen beneran.

Mulai fokus di institusi sendiri, cintailah pekerjaan sebagai dosen, tidak perlu nyambi-nyambi di luar. Kembangkan potensi diri, dimana yang menjadi spesialisasinya. Nikmati, syukuri, dan jalankan dengan baik.

Jangan lupakan kenaikan jabatan fungsional

Dengan menjadi dosen beneran, seyogyanya jabatan fungsional pun bisa diajukan sesuai angka kredit yang dibutuhkan. Terlebih, untuk PTNBH, hingga jabatan Lektor itu diurus sampai tingkat Universitas.

Target kenaikan jabatan fungsional pada tahun tertentu menjadi penting, sehingga secara natural itupun akan berubah pada waktunya.

Utamakan riset, sambil mengajar dan PKM

Tidak bisa dipungkiri, syarat utama untuk Lektor Kepala dan Guru Besar adalah publikasi di jurnal internasional bereputasi. Oleh karenanya, bijak rasanya baik itu kegiatan mengajar dan PKM diintegrasikan dengan kegiatan riset yang berkualitas.

Titik tolak mulai fokus riset adalah setelah lulus dari S3. Disitulah, cikal bakal atau embrio kemana riset kita akan diarahkan.

Menjadi diri sendiri dalam riset

Kolaborasi itu penting, baik dengan dosen lain di institusi yang sama maupun dengan institusi di luar. Keep contact dengan temen-temen kita terutama semasa studi S3. Namun, tetap harus punya ciri khas dan road map riset sendiri.

Hibah penelitian salah satu media pelincir untuk menelurkan berbagai publikasi internasional yang berkualitas.

Baca ini yuu :   Kok Bisa Jadi Profesor Termuda di Unpad?

Mahasiswa aset bangsa

Mahasiswa bimbingan adalah harta yang tidak ternilai harganya, buatlah ikatan profesional sebagai dosen pembimbing dan mahasiswa bimbingan. Kita dorong mahasiwa untuk lulus tepat waktu, sesuai timeline riset yang kita diskusikan bersama termasuk output publikasi yang diharapkan.

Tidak heran mahasiwa bukan hanya aset riset dosen tetapi juga aset bangsa yang bisa menghasilkan publikasi.

Menjadi GB tidak bisa sendirian

Doa restu dari orang tua, keluarga terdekat, mahaiswa bimbingan, teman sejawat, pimpinan di Fakultas, dan Universitas menjadi kunci suksesnya menjadi seorang GB.

Bermanfaat dan berkontribusi untuk orang sekitar terutama di institusi kita memperlancar proses GB, misalnya, terlibat dalam pengelolaan akademik maupun kemahasiswaan di Program Studi, Fakultas, hingga Universitas.

Selengkapnya

About nazroelwathoni

Hi, selamat datang di blog pribadi saya yang dikemas santai dan mengutamakan manfaat. Hanya sekedar menuliskan apa yang ada di kepala saya ketika menulis di blog ini. Semoga bermanfaat!

Check Also

Scopus Kembali Diskontinu 744 Jurnal Per Maret 2022

Nazroel.id – Scopus kembali mengeluarkan daftar jurnal yang sudah tidak lagi terindeks di Scopus per …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: