Cara Mudah Mencari dan Memastikan Kebaruan “Novelty” Artikel Ilmiah

Nazroel.id – Kenapa kebaruan itu penting? Terutama bagi yang ingin publikasi di jurnal internasional bereputasi Q4-Q1, semakin ke Q1, tentunya kebaruan perlu ada.

Jawabannya sederhana, pernahkah mendengar plagiarisme? adalah hal yang tidak dibenarkan di publikasi ilmiah? salah satu alasannya sebenarnya adalah metadata.

Tahukah anda? Metadata ini secara langsung akan mempengaruhi kredibilitas jurnalnya, mengapa? Metadata ini akan masuk ke mesin pencari/pengindeks.

Semakin banyak sitasi suatu jurnal maka akan meningkatkan impact/kredibilitasnya. Sitasi jurnal itu muncul dari pencarian kata kunci baik di google maupun di mesin pengindeks seperti Scopus, Ebsco dan lainnya. Para penulis yang akan menerbitkan jurnalnya tentunya akan mencari melalui kata kunci yang sesuai dengan topik risetnya, dan nantinya akan disimpan di referensi. Sehingga jumlah sitasi jurnal dengan kata kunci tersebut akan bertambah.

Biasanya, kata kunci yang pertama mempublikasikannya tentunya akan muncul di pencarian terdepan, diikuti pengikut kata kuncinya. Selain itu, jurnal bereputasi sudah baik dan dikenal oleh mesin pengindeks.

1. Tentukan kata kunci

Caranya sangat mudah, dimulai dengan menentukan kata kunci, maksimal 3 kata. Kata kunci inilah nantinya akan menjadi calon judul artikel.

Jika untuk review artikel, tambahkan kata kunci review.

Misalkan rencana akan mempublikasikan terkait aktivitas antioksidan dari Sacran, Sacran Antioxidant.

Jika review, menjadi “review sacran antioxidant”

2. Cari di google dan google scholar

Tahap awal, semua jurnal bereputasi maupun tidak pasti terindeks google, oleh karenanya disinilah kita mulai berselancar kata kunci.

Baca ini yuu :   Tips Membuat Presentasi Hasil Penelitian dengan Mudah Dimengerti dan Tepat Waktu

Pastikan, kata kunci yang kita cari tidak atau belum ada yang membahas sama persis. Bila tidak ada, jelas kebaruannya ada.

3. Cari di mesin pengindeks jurnal

Sekarang mulai kita cek di mesin pengindeks jurnal bereputasi, pilihannya ada yang gratis dan ada yang berbayar.

Sebaiknya bila punya akses, bisa langsung berselancar di scopus.com, cari per title, dan bisa dianalisis hasilnya.

Bila tidak punya akses, bisa mencoba di pubmed atau di sciencedirect.

4. Cara menganalisa hasil pencarian

Dari hasil yang ada akan muncul daftar judul yang telah diterbitkan. Dari sana kita bisa memprediksi atau membandingkan calon judul artikel ilmiah kita apakah sudah ada yang pernah membahas atau belum sama sekali.

Jika ada, maka kita harus memodifikasi judul yang kita akan tentukan.

Beruntung bila belum ada yang membahas sesuai kata kunci yang kita cari. Silahkan lanjut ke tahapan berikutnya seperti di postingan sebelumnya di blog ini.

About nazroelwathoni

Hi, selamat datang di blog pribadi saya yang dikemas santai dan mengutamakan manfaat. Hanya sekedar menuliskan apa yang ada di kepala saya ketika menulis di blog ini. Semoga bermanfaat!

Check Also

Scopus Kembali Diskontinu 744 Jurnal Per Maret 2022

Nazroel.id – Scopus kembali mengeluarkan daftar jurnal yang sudah tidak lagi terindeks di Scopus per …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: