Home / Catatan Harian / Bisakah Indonesia Menyatukan Teknologi dan Budaya Seperti Jepang
gardu tanpa orang di jepang

Bisakah Indonesia Menyatukan Teknologi dan Budaya Seperti Jepang

Walau di Jepang teknologi dibuat dan diterapkan untuk mempermudan dan mempercepat proses serta mengurangi tenaga manusia, tetapi tanpa didukung budaya atau kebiasaan warganya maka teknologi ini tidak akan ada artinya. Bisakah Indonesia Menyatukan Teknologi dan Budaya Seperti Jepang?

gardu tanpa orang di jepang

Sebagai contoh, perlintasan kereta api di Jepang tanpa ada petugas penjaga pintu kereta api. Semua di atur secara otomatis. Pengendara atau siapapun yang akan melintasi perlintasan ini selalu waspada dan patuh terhadap rambu-rambunya. Walau tidak ada kereta, pengendara selalu berhenti dan menoleh kiri dan kanan untuk memastikan tidak adanya kereta api.

Kecelakaan kereta api di Jepang sangat jarang terjadi, tercatat hanya 3 kecelakaan kereta api di tahun 1991, 2000 dan 2005 di Jepang. Coba hitung di Indonesia berapa kasus kecelakaan terjadi akibat kecerobohan menerobos perlintasan kereta api walaupun di jaga oleh petugas. Terbukti bahwa teknologi akan berjalan jika didukung oleh budaya atau kebiasaan warganya.

gardu tanpa orang di jepang

Contoh lainnya adalah di gardu jalan tol. Di Indonesia telah mencoba menerapkan sistem Gardu Tanpa Orang, efektifkah? Di jepang ada 2 sistem, Electronic Ticket Counter dimana mirip semacam isi ulang tapi chip ditempelkan di mobil, sehingga dengan hanya lewat di kecepatan max 40 km/jam pintu gerbang tol akan terbuka dan tertutup sendiri.

gardu tanpa orang di jepang

Sistem kedua adalah sistem pembayaran tanpa petugas tol. Ada sekitar 9 langkah yang harus dilalui untuk membayar tol manual tetapi tanpa petugas. Saya ragu kalau diterapkan di Indonesia, akan mempercepat atau memperlambat proses transaksi, yang pasti sebelum diterapkan pasti ribut duluan karena tentunya akan mengurangi jumlah dan peran petugas penjaga tol di seluruh gerbang tol.

gardu tanpa orang di jepang

Foto di atas hanya sebagai contoh saja, ini merupakan pakan ikan yang harganya ¥100 dan memasukan koin yen nya ke tempat yang disediakan di sebelah kirinya. Bukan hanya pakan ikan, di pinggir jalan terutama di daerah wisata yang menjual hasil alam seperti beras, buah-buahan atau sayuran dengan teknik yang sama, tanpa ada penjual hanya tertulis harga dan tempat pembayaran. Bayangkan apa yang terjadi jika diterapkan di Indonesia?

About nazroelwathoni

Hi, selamat datang di blog pribadi saya yang dikemas santai dan mengutamakan manfaat. Hanya sekedar menuliskan apa yang ada di kepala saya ketika menulis di blog ini. Semoga bermanfaat!

Check Also

Mahasiswa Program Doktor cenderung Alami Gangguan Mental

Nazroel.id – Dilansir dari Nature.com, Minggu ini akan diadakan Konferensi Internasional Pertama tentang Kesehatan Mental …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: