Nazroel.id – Kali ini berkesempatan berbagi dalam sebuah kegiatan yang digagas oleh Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia (ISMAFARSI) yakni Smart Class ISMAFARSI : Digital Literacy for Pharmacist Transformation dengan mengambil topik Pentingnya Literasi Digital untuk Apoteker sebagai Pemberi Perawatan dan Komunikator.
Apa itu literasi digital?
Paul Gilster
Dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), menurut Gilster literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi, dalam berbagai bentuk dan sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer.
David Bawden
Bawden memberikan pemahaman baru mengenai literasi digital, yakni literasi yang berakar pada literasi komputer dan literasi informasi.
UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)
Menurut UNESCO (2011), literasi digital adalah kecakapan (life skills) yang tidak hanya melibatkan kemampuan penggunaan perangkat teknologi, informasi dan komunikasi, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk dalam pembelajaran bersosialisasi, sikap berpikir kritis, kreatif, serta inspiratif sebagai kompetisi digital.
Jika disimpulkan, selain mengacu pada keterampilan menggunakan perangkat teknologi, informasi dan komunikasi, literasi digital juga melibatkan proses membaca, memahami, menulis, dan mengaryakansesuatusebagaisebuahpengetahuanmaupunkontenbaru.
Pharmacy Digital Literacy
•E-Health dan e-Pharmacy pada era industri 4.0 akan semakin berkembang dengan cepat.
•Literasi e-Health dan ePharmacy sangat dibutuhkan untuk melihat sejauh mana kemampuan tenaga kesehatan dalam hal ini apoteker maupun masyarakat dalam mencari, menemukan, memahami, dan menilai informasi e-Health dan ePharmacy tersebut secara positif.
•Melihat kondisi pengguna internet di Indonesia yang semakin bertambah dari waktu ke waktu, sementara penyebaran literasi eHealth maupun e-Pharmacy belum merata, maka perlu ada tindakan lebih lanjut dari pemerintah untuk dengan cepat mengatur perkembangan TIK hingga merata ke seluruh daerah.
•Peran apoteker sangat berpengaruh pada perkembangan e-Health dan e-pharmacy dengan dasar pharmaceutical care.
•Apoteker perlu meningkatkan perannya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan keselamatan pasien (patient safety).
(Juwita, 2021)
Apa yang bisa dilakukan sekarang?
Jadilah diri sendiri, sadari kemampuan diri dan temukan potensi, senantiasa beraktivitas yang bermanfaat buat diri dan orang lain (Wathoni, 2022).
Selengkapnya