CARA PRAKTIS MEMPEROLEH SIA (Surat Izin Apotek)

Berdasarkan pengalaman memperoleh SIA baik untuk apotek al rasyid maupun apotek-apotek sebelumnya, dapat disimpulkan ada sepuluh berkas-berkas persyaratan yang perlu dilengkapi oleh calon APotek, yaitu :

  1. Fotokopi surat penugasan (SP (Surat Penugasan)/SIK) apoteker
  2. Fotokopi KTP apoteker dan asisten apoteker
  3. Fotokopi denah bangunan apotek
  4. Surat yang menyatakan (sertifikat) status bangunan hak milik atau kontrak
  5. Daftar rincian perlengkapan apotek
  6. Daftar tenaga asisten apoteker, mencantumkan nama/alamat, tanggal lulus, No.SIK
  7. Surat pernyataan APA tidak bekerja di perusahaan farmasi lain atau APA di apotek lain
  8. Surat pernyataan apoteker dari atasan langsung (untuk pegawai negeri dan ABRI)
  9. Fotokopi akte perjanjian apoteker dengan PSA
  10. Surat pernyataan PSA tentang tidak pernah melanggar peraturan di bidang obat

Dari kesepuluh persyaratan diatas 5 hal harus dilengkapi apoteker dimana 5 hal tersebut harus dilakukan berurutan, sisanya PSA dan AA, dengan kata lain Apoteker berperan penting dalam penerbitan SIA,

Lamanya proses perizinan apotek tergantung dari kondisi apotekernya (diluar bangunan, etalase, peralatan), apabila apotekernyabelum memiliki SP biasanya untuk apoteker yang baru lulus harus mengurusi pembuatan SP dulu (syarat pembuatan SP salah satunya sumpah apoteker, izajah apoteker dll) ke DEPKES RI melalui dinkes propinsi tempat PT, proses sampai mendapatkan SP sekitar 1 bulan. Jadi untuk PSA yang ingin lebih cepat prosesnya, sebaiknya memilih apoteker yang sudah memiliki SP. Proses selanjutnya adalah membuat perjanjian di notaris antara APA dan PSA kemudian syarat diatas lainnya karena untuk memperoleh rekomendasi ISFI khususnya di wilayah kabupaten bandung 9 syarat di atas harus telah lengkap ditambah dengan sertifikat kompetensi apoteker ,biasanya ketua ISFi mengecek tempat calon apotek untuk mengecek kebenaran, lamanya maksimal 1 bulan tergantung kelengkapan persyaratannya. Setelah 10 syarat lengkap, baru diajukan ke dinas kesehatan setempat, untuk menunggu pengecekan oleh dinas, artinya kalo ada yang sudah kenal dengan orang dinas bisa lebih mempercepat proses ( waktu normal rata-rata 1 bulan). Jadi bisa diperkirakan berapa lama sampai keluarnya izin SIA, bisa lebih cepat bisa juga lebih lama.

Biaya yang harus dikeluarkan (diluar gedung, etalase, peralatan kelengkapan apotek, obat) sampai keluar SIA (bulan februari tahun 2008) :

  1. Pembuatan SP, sekitar Rp. 400.000, bisa gratis dengan catatan mengurus sendiri ke Jakarta
  2. Rekomendasi ISFI, tergantung wilayah,  sekitar Rp. 250.000 (iuran ISFI)
  3. Perizinan di dinas kesehatan, Rp. 850.000
  4. Transport pengecekan Rp …….. (disesuaikan)

Selain poin diatas, harus diperhatikan biaya perlengkapan apotek, menyesuaikan peraturan perundang-undangan bisa mencapai lebih dari 5 jt.

Pada dasarnya untuk waktu dan biaya sampai mendapat SIA, semua bisa “dikendalikan”.

Berikut ringkasan alur perizinan apotek :

Download Surat Permohonan Surat Izin Apotek Beserta lampirannya

Berikut saya telah buat postingan terbaru mengenai tata cara permohonan SIA terbaru (2014) silahkan klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s