Advertisements
Home / Universitas / Kendala dan Solusi Ujian SBMPTN Berbasis Android untuk Peserta dan Panitia

Kendala dan Solusi Ujian SBMPTN Berbasis Android untuk Peserta dan Panitia

Nazroel.id – Universitas Padjadjaran sukses menggelar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 dengan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) menggunakan smartphone android yang dibawa peserta ujian di Kampus Jatinangor, 8 Mei 2018. Metode ini merupakan pertama kalinya dilakukan di Indonesia.

Keunggulan ujian berbasis android diantaranya

  1. Praktis, tidak perlu waktu membulatkan jawaban dengan pensil
  2. Ekonomis, tidak perlu cetak soal
  3. Waktu bisa ditambah atau dikurang sesuai kebijakan pengawas
  4. Pengawas bisa memonitor online
  5. Hasil bisa langsung diketahui oleh admin tidak perlu diperiksa
  6. Jawaban langsung tersimpan ke server, jika jaringan error tetap ada
  7. Familier menggunakan smartphone sendiri

Jumlah total pendaftar SBMPTN 2018 sebanyak 860.001 peserta yang terdiri atas 341.290 Saintek, 359.140 soshum dan 159.571 peserta campuran.
Dari total pendaftar SBMPTN 2018 tersebut, diketahui bahwa peserta reguler sebanyak 672.816 peserta dan Bidikmisi sebanyak 187.185 peserta.
Ada pun jumlah yang mengikuti UTBC (Ujian Tulis Berbasis Cetak) sebanyak 833.820 peserta dan yang mengikuti UTBK sebanyak 26.181 peserta yang di dalamnya termasuk 1.000 peserta menggunakan Android.

Ujian yang dilakukan 3 sesi, sesi saintek, sesi TPA, sesi TKD Soshum, semua berjalan sesuai rencana, hanya pada sesi 2 dimana di salah satu ruangan dengan jumlah peserta terbanyak (300 peserta) mengalami sedikit gangguan, sehingga beberapa peserta selesai terlambat dari waktu berakhirnya ujian.

Sebagai pengawas di sesi 2, ada beberapa catatan yang harus dijadikan pengalaman untuk ujian berbasis android berikutnya.

Kendala ujian berbasis android yang ditemukan di lapangan

  1. Smartphone/handphone baterai ngedrop, peserta lupa bawa powerbank atau kabel charger.
  2. Peserta mengganti smartphone tidak sesuai dengan yang didaftarkan sebelumnya
  3. Smartphone yang digunakan tidak seragam dan standard menyebabkan pada merk tertentu ada perbedaan perlakuan.
  4. Koneksi ke wifi router terkendala jika dalam waktu bersamaan peserta berusaha log in wifi.
  5. Tas peserta yang berisi smartphone atau wifi scamer mengganggu koneksi wifi.
  6. Waktu molor jika ada gangguan koneksi
Baca ini yuu :   Dari Radio Gelap Waduk FM Hingga Website Bidhuan yang Mulai Mendunia

Solusi agar ujian berbasis android sukses

  1. Peserta wajib bawa powerbank/baterai cadangan
  2. Istirahat saatnya charge smartphone
  3. Tetap tenang bagi peserta jika ada gangguan koneksi, karena waktu dihitung berdasarkan aktivitas log in
  4. Jaringan wifi harus terbebas dari scamer/pengacau wifi, peserta dilarang membawa barang elektronik pengganggu koneksi wifi
  5. Sebaiknya merk, type dan spesifikasi smartphone diseragamkan atau disediakan oleh panitia

Kesimpulannya, apresiasi buat Universitas Padjadjaran yang berani menyelenggarakan ujian berbasis android sebagai suatu solusi di kemudian hari untuk melaksanakan ujian-ujian berikutnya.

Advertisements

About nazroelwathoni

Hi, selamat datang di blog pribadi saya yang dikemas santai dan mengutamakan manfaat. Hanya sekedar menuliskan apa yang ada di kepala saya ketika menulis di blog ini. Semoga bermanfaat!

Check Also

Penyusunan RPS 2018-03-26 15-45-26

Cara Menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Pendidikan Tinggi 2018

Naroel.id –Β Direktorat Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi merilis …

Leave a Reply

%d bloggers like this: