Advertisements
Home / ilmiah / Bedanya Kuliah di Jepang dengan di Indonesia
kuliah di jepang

Bedanya Kuliah di Jepang dengan di Indonesia

Setelah beberapa bulan di Jepang, tiba waktunya untuk membandingkan kehidupan akademik dan non akademik perguruan tinggi di Jepang dengan di tanah air dan apa saja keseharian yang dilakukan seorang sensei (dosen) dan gakusei (mahasiswa). Memang disini hanya poin penting saja yang sempat terbesit di pikiran dicurahkan disini, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba menceritakan fakta yang ada apabila dibandingkan dengan 2 perguruan tinggi negeri favorit di tanah alias almamaterku hehe

Suasana Presentasi di Jepang

Apa bedanya kuliah di Jepang dan di Indonesia?

1. Disiplin alias tepat waktu

Tidak hanya mahasiswa, dosen alias sensei nya pun sangat menghargai waktu, imbasnya semua kegiatan selalu tepat waktu dan selesai tepat waktu. Apabila telat, mereka akan sangat merasa bersalah dan malu. Nah inilah, di kita yang suka telat, udah ga punya malu… cuek dan mengulangnya kembali. Manajemen waktu sangat penting disini, dan apa yang dilakukan saat ini adalah hasil target dan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.

2. Mahasiswa tingkat akhir diberikan fasilitas dan peranan lebih

Ini yang sedikit berbeda dengan kita, asisten praktikum alias asisten dosen adalah mahasiswa yang tugas akhir di lab/departemen yang bersangkutan. Ya sama kondisinya, akan tetapi disini mahasiswa sarjana tingkat 3,4 dan 5 serta mahasiswa pascasarjana diberikan ruang kerja pribadi untuk kegiatan akademiknya. Mereka bisa menyimpan dan mengatur meja kerjanya sesuai keinginnannya.

Nah mahasiswa inilah mahasiswa yang termasuk ke dalam keluarga besar di departemennya dan akan menjadi alumni di departemen ini kelak. Mungkin sering terdengar di kita, laptop atau barang berharga lainnya sering hilang di kampus… disini dompet saja mahasiswa kadang ditinggal di mejanya dan ga ada yang ngambil…

Sistem tutorial sangat diperhatikan oleh sensei. Sebagai asisten dosen, sebelum semester dimulai mahasiswanya di latih presentasi dan bagaimana caranya menyampaikan materi dengan benar.

3. Jadwal akademik dan non akademik jelas

Disini saya tidak membahas jadwal kaitannya dengan universitas, alias kalender akademik, yang saya bahas adalah terencana dan bertargetnya jadwal dari departemennya yang tentunya mengacu ke kalender akademik Universitas.

Baca ini yuu :   Aplikasi dan Cara Analisis Termogram Differential Scanning Calorimetry (DSC)

Setiap awal semester, pimpinan departemen alias profesor dan sensei2nya melakukan rapat terbatas mengenai revisi rencana agenda kegiatan selama setahun, loh kok revisi… ya betul karena semester sebelumnya telah direncanakan apa saja yang akan dilakukan di semester ini… so bisa dibayangkan begitu terencana baik kegiatan akademik maupun non akademiknya. Setelah itu, di floorkan bersama mahasiswa anggota departemennya.

Uniknya disini, jadwal kuliah dimulai pukul 8.40 pagi… sengaja, mengapa? karena dipagi harinya untuk kegiatan di departemen. Sebagai contoh, hari senin dan kamis adalah teknikal seminar atau review article dalam bentuk presentasi singkat dimulai pukul 8.00-8.30 pagi. Hari selasa 8.00-8.30 pagi adalah cleaning day ato hari bersih2 di departemen, semua sampah dibersihkan dan lantai di vacuum cleaner.

Nah, Rabu dan Jum’at adalah hari paling berat karena review article di jurnal ber-impact factor (IF) lebih dari 5 dimulai pukul 7.30-9.00 pagi (buat mahasiswa tingkat 3 kalau ada kuliah biasanya 8.30 sudah cabut duluan). Jadwal rapi dan tertulis kapan dan siapa saja yang menjadi pelaksana setiap agendanya. Tak lupa, target berapa jurnal akan publish dan mengikuti konferensi/seminar dimana saja juga disertakan.

Selain jadwal akademik, setiap tahunnya selalu diadakan wisata departemen keluar kota, juga mereka disini menyukai pesta. Setiap ada mahasiswa baru, selalu ada welcoming party. Selain itu, waktu-waktu khusus seperti pergantian musim juga selalu mengadakan party alias pesta makan bersama diakhiri minum alkohol.

4. Presentasi dan presentasi

Tidak ada ujian, gantinya adalah membuat paper dan presentasi. Selain itu, setiap mahasiswa diberikan tanggung jawab untuk menguasai salah satu instrumen dan diharuskan presentasi dalam teknikal seminar sharing terhadap mahasiswa lainnya.

Presentasi lainnya adalah presentasi membahas jurnal yang memiliki IF lebih dari 5, walau dipilih satu jurnal bukan berarti hanya membaca jurnal itu melainkan harus mencari sumber jurnal IF >5 lainnya yang mendukung jurnal yang kita pilih, itulah sebabnya rada repot juga, metoda presentasi dibagi 2 tahap apabila di tahap introduction berhasil menjawab semua pertanyaan termasuk dari sensei nya, berbahagialah karena bisa melewati tahap satu dan lanjut ke bagian diskusi hasil dan pembahasan… kalau tidak lulus tahap satu, siap-siap kena omelan sensei dan harus mengulang presentasi di hari yang akan ditetapkan berikutnya… lumayan tegang lah.

Baca ini yuu :   Corrected Proof dari Jurnal Elsevier dengan Biaya Penerbitan Seharga 39 Juta Rupiah

Presentasi lain yang membuat repot juga adalah presentasi laporan penelitian tiap 2 minggu dan tiap bulan. Bedanya di tiap 2 minggu hanya diskusi hasil dan kendala, nah presentasi bulanan yang rada repot alias harus menyediakan bahan presentasinya dan lumayan deg-degan juga, diterima atau tidak hasilnya… diterima lanjut langkah berikutnya… tidak, mengulang deh.

5. Komunikasi melalui email

Setiap mahasiswa memiliki email berdomain universitas, dan komunikasi baik akademik maupun non akademik semua melalui email. Di kita sudah ada sih, tapi emailnya dipakai buat log in internet atau perwalian. Disini lebih dari itu…

6. Profesionalitas dosen/sensei

Ini yang membuat saya kagum, semua mahasiswa disini respect sama senseinya… padahal, kalo ketika pesta ataupun traveling begitu dekat dengan mahasiswanya tanpa batas, sangat kekeluargaan, apalagi kalau lagi mabuk bareng, udah deh mana sensei mana mahasiswa ga ada bedanya… disinilah hebatnya bisa memisahkan antara kehidupan kampus dan kehidupan sosialnya, dibalik kedisiplinan dan kerasnya aturan akademik, ternyata sensei sangat memperhatikan para mahasiswanya, mengerti akan kondisi mahasiswanya…

7. Sensei pekerja keras

Buah jatuh ga jauh dari pohonnya, kenapa mahasiswa disini pada rajin, karena senseinya juga pekerja keras… jadi teladan bagi mahasiswanya… kalo saya sih, enjoy aja, selagi teknik menyimpan laptop dan tas di meja saya masih bisa diandalkan hehe… tapi pemirsa, ternyata sebagian mahasiswa asli jepang banyak yang bandel juga, kalo senseinya lagi conference keluar kota, nyaris kosong deh lab nya 🙂

8. Sistem pembelian bahan penelitian yang unik

Disini saya ga habis pikir, begitu mudahnya membeli bahan-bahan untuk penelitian. Sistemnya, kita cari di katalog, kemudian ketik di form yang telah ada, apabila harganya kurang dari 30.000¥ hanya acc dari associate profesornya, tapi kalo diatas itu harus seizin profesor. Setelah itu, fax, 2-5 hari berikutnya kiriman datang. Kemudian, input deh di sistem inventory barangnya.

9. Fasilitas lengkap

Sebenernya fasilitas di perguruan tinggi kita bisa lengkap, tapi pertanyaannya siapa yang pakai alias untuk apa alat itu? disini, fasilitas lengkap juga dipakai semua orang dan hasilnya adalah banyaknya publikasi di Jurnal Internasional beREPUTASI… dikapital, karena baru nyadar, publikasi di Jurnal Internasional itu mudah, tapi publikasi di Jurnal bereputasi alias berIF tinggi itu sulit… doakan pemirsa tahun ini, satu manuscript saya minimal submit dan diterima… amin
Bukan hanya fasilitas akademik, fasilitas penunjang juga membuat betah, terutama gymnasium untuk olahraga, setiap Fakultas memiliki satu gymnasium besar yang bisa digunakan setiap saat.

Baca ini yuu :   Mungkin Ini Pesta Terakhir Bersama Sahabat dari 3 Benua Berbeda

11. Begitu bangganya sebagai alumni

Ketika menghadiri acara 5 tahunan temu alumni, terlihat begitu antusiasnya para alumni datang bukan hanya dari Jepang saja, yang bekerja dari luar jepang juga hadir. Temu alumni, hanya satu hari tapi acaranya padat, pagi hari dengan berpakaian formal, berdiskusi mengenai ide-ide apa yang harus dikembangkan di departemen selain itu para alumni sharing apa saja yang dilakukan dalam 5 tahun terakhir ini.

Sungguh jaringan alumninya kompak, terlihat banyaknya kerjasama penelitian dengan para perusahaan tempat para alumnimya bekerja. Puncak acara adalah malam harinya di hotel, disini foto bareng adalah di awal acara… LUAR BIASA, datang tepat waktu lebih dari 100 alumni, acaranya adalah makan malam bersama diselingi beberapa sambutan dari para pendiri dan hiburan, di akhir acara foto awal tadi diberikan sebagai kenang-kenangan.

12. Kuliah pagi tahan nafas dikit

Nah saatnya bicara buruknya, ini yang rada saya benci, jarang mandi dan gosok gigi di dalam ruangan tanpa malu, cuek aja… bukan hanya mahasiswa, senseinya juga sama… tak heran, kalo acara pagi jadi serba salah… harus tahan nafas soalnya… berbanggalah, kita jaya di bagean ini hehe

13. Jarang yang bisa bahasa Inggris

Ini kelemahan lainnya, kalo dibuat presentase, 10% yang bisa berkomunikasi dalam bahasa inggris, tapi jangan salah mereka jago dalam readingnya, terbukti presentasi review article nya di jurnal ber IF tinggi seperti nature, jujur saya aja susah mencerna itu jurnal.

Dipikir-pikir ga baik ya banding dan membandingkan, ya sudah… kesimpulannya I Love Indonesia and I Like Japan…

Advertisements

About nazroelwathoni

Hi, selamat datang di blog pribadi saya yang dikemas santai dan mengutamakan manfaat. Hanya sekedar menuliskan apa yang ada di kepala saya ketika menulis di blog ini. Semoga bermanfaat!

Check Also

scopus

Daftar 424 Jurnal Internasional yang Dikeluarkan Scopus Hingga Agustus 2018

nazroel.id – laman elsevier.com terus mengupdate data terkait konten yang dimiliki di database scopus, setelah …

Leave a Reply

%d bloggers like this: